Rabu, 20 Oktober 2010

mencoba

bangun pagi, setelah minum air putih, ia otomatis merokok
habis sarapan, nunggu berangkat kerja
saat kerja, istirahat kerja, habis makan siang, istirahat kerja lagi, mau pulang, setelah pulang, habis makan malam, mau tidur, selesai main layang2 dengan istrinya, dan besok paginya lagi.
ada kalanya ia memang tak merokok
bukan karena tidak ingin
tapi karena terpaksa tidak menginginkan karena tidak bisa ada
minta duit ke istrinya jarang dikasi, apalagi untuk alasan beli rokok
gak perlu, kata istrinya singkat
ngutang kewarung sudah tak diakui
terlalu panjang daftar belanjanya disana

dengan penghasilannya yang sekarang ia harus berhitung hemat,
dengan super hemat saja kadang tidak mencukupi
tapi ia tak ingin daftar belanjaan untuk rokoknya dikurangi dari program penghematan
seringkali terjadi
saat ia tak merokok
kecelakaan2 saat kerja
tangan tersayat ,kaki tercangkul, terperosok, salah jalan
dari kejadian kecil sampai besar
dan yang agak mengkhawatirkan ia suka marah2
dan gampang ditebak, istrinya yang jadi sasaran
dengan wacana emansipasi yang gencar
istrinya kadang melawan lebih keras
bisa juga ia yang jadi sasaran counter attack

entahlah....
yang pasti, ia tak bisa tidak harus merokok
dalam pikirnya
lebih banyak kerugian yang timbul akibat tidak merokok
lho?

nti sambung lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar